Selasa, 08 September 2015

Candi Prambanan


                               Sejarah Peninggalan Candi Prambanan


                       

    Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks Candi Hinduterbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti , tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa sansekerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
   Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan , Sleman dan kecamatan Prambanan , Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta , 50 kilometer barat daya Surakarta  dan 120 kilometer selatan Semarang , persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Timur  dan Daerah Istimewa Yogyakarta Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo , Prambanan, Klaten.
   Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO , candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, candi Prambanan menjadi daya tarik kunjungan wisatawan dari seluruh dunia.
  Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan , dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu , di masa Kerajaan Medan Mataram. 
   Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek Bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna "Brahman Agung" yaitu Brahman  atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsepTuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para Brahmana . Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama "Prambanan" berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu  yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
   Nama asli kompleks candi Hindu ini adalah nama dari Bahasa Sansekerta ; Siwagrha (Rumah Siwa ) atauSiwalaya (Alam Siwa), berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka (856 Masehi). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya memuliakan Brahma , Siwa dan Wisnu . Akan tetapi Siwa Mahadewa yang menempati ruang utama di candi Siwa adalah dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar